Kulon Progo – Abrasi parah yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir semakin memperburuk kondisi Pantai Trisik, Kulon Progo Yogyakarta. Selain berdampak pada warga sekitar, abrasi juga mengancam keberlangsungan ekosistem pesisir dan sektor wisata.
Merespons situasi tersebut, pada Minggu (16/2), ShARE UGM, Geoforce Indonesia, Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Banaran, dan KATSGAMA (Keluarga Alumni Teknik Sipil Gadjah Mada) menginisiasi program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mengatasi abrasi di Pantai Trisik. Program ini dilakukan melalui dua metode utama, yaitu penanaman pohon mangrove dan pemasangan GI-Bag sebagai langkah mitigasi.
Penanaman pohon mangrove dilakukan sebagai solusi alami untuk menahan abrasi, memperkuat struktur tanah pesisir, serta meningkatkan keanekaragaman hayati laut. Mangrove berperan dalam meredam energi gelombang serta menciptakan habitat bagi berbagai spesies laut yang berkontribusi terhadap keseimbangan ekosistem.
Sementara itu, pemasangan GI-Bag menjadi solusi teknis dengan menggunakan kantong geotekstil berisi pasir sebagai penghalang fisik untuk mengurangi dampak gelombang terhadap pantai. Teknologi ini bertujuan untuk memperkuat garis pantai dan meminimalkan laju erosi akibat hantaman ombak yang terus menerus.
Melalui program ini, ShARE UGM, Geoforce Indonesia, Pokdarwis Banaran, dan KATSGAMA berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk menciptakan solusi berkelanjutan dalam menjaga kelestarian Pantai Trisik dari abrasi dan dampak perubahan iklim. Program CSR ini juga menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, perusahaan, dan komunitas dalam menjaga lingkungan pesisir agar tetap lestari bagi generasi mendatang.